Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Kita Masih Berteman

Kala itu adalah malam terakhir aku melihat ibu peri miliknya, dan tak akan pernah menyangka jika itu adalah terakhirku berjabat tangan dan bertatap muka dengan ibu peri.  Mata ibu peri yg menatap ku seperti bertanya-tanya. Ada apa denganmu dan anakku. Genggaman yang kuat itu seakan mengatakan, Jangan tinggalkan anakku sendiri. Seolah mengisyaratkan jika hari ini akan tiba, hari ibu peri melepaskan anak tunggalnya untuk hidup mandiri di dunia ini. Terbanglah ibu peri, kau kini sudah bebas tidak merasakan kesakitan lagi. Biarkan kau bertemu ibu periku disana. Biarkan ibu periku menyambutmu di gerbang kebahagiaan. Bercengkramalah. Titipkan salamku untuk ibu periku disana. Dan lihatlah dari sana bahwa anak anak ibu peri masih bisa berteman di dunia. Dan menjalin silaturahmi dengan baik.  Sampai jumpa di keabadian.  Terimakasih karena aku pernah mengenal ibu peri. 😇

KAU KUAT KAU BISA

Meski kini bukan aku yg ada disampingmu, percayalah doa ku untukmu masih ku sebut, doa meminta agar kelak kau mampu menemukan wanita yg lebih bisa mengertimu, yang bisa menghargai perasaanmu, doa  untuk kesuksesanmu dan juga doa bagi kedua orang tua mu. Aku yakin kamu kuat aku yakin kamu bisa. Karena saat ini hanya kamu yg menjadi penopang kedua orang tua mu.  Meski waktu itu aku berharap hubungan kita bisa kembali seperti waktu itu, meski aku bersusah payah untuk datang menemuimu. Namun nyatanya keberadaanku hanyalah membuatmu merasa tak bebas dalam melakukan kegiatan mu. Aku pun tak pernah melarangmu untuk kemanapun kamu pergi, aku hanya melakukan perhatianku terhadap kekasihku kala itu. Yg mencoba menjadi wanita yg cemas kemanakah kekasihku saat itu dikala tiada bertemu. Bukan kah seperti itu hal yang wajar? Kamu pun tak memberiku kesempatan sekali lagi dalam memperbaiki semuanya, aku akui ini semua tak akan terjadi jika aku tak melakukan kesalahan, tapi aku menyakini dirik...

Senja yang tak ingin ku tunggu

Kau mengira aku akan selamanya mengagumi senja milik sang pencipta ? Tidak, bukan karena ku tak menyukai senja, namun senja yang terakhir kulihat membawa luka ketika aku beranjak pergi.  dan kali ini biarkanlah senja datang dan berlalu sesuai waktunya.