Langsung ke konten utama

KAU KUAT KAU BISA

Meski kini bukan aku yg ada disampingmu, percayalah doa ku untukmu masih ku sebut, doa meminta agar kelak kau mampu menemukan wanita yg lebih bisa mengertimu, yang bisa menghargai perasaanmu, doa  untuk kesuksesanmu dan juga doa bagi kedua orang tua mu. Aku yakin kamu kuat aku yakin kamu bisa. Karena saat ini hanya kamu yg menjadi penopang kedua orang tua mu. 
Meski waktu itu aku berharap hubungan kita bisa kembali seperti waktu itu, meski aku bersusah payah untuk datang menemuimu. Namun nyatanya keberadaanku hanyalah membuatmu merasa tak bebas dalam melakukan kegiatan mu. Aku pun tak pernah melarangmu untuk kemanapun kamu pergi, aku hanya melakukan perhatianku terhadap kekasihku kala itu. Yg mencoba menjadi wanita yg cemas kemanakah kekasihku saat itu dikala tiada bertemu. Bukan kah seperti itu hal yang wajar?
Kamu pun tak memberiku kesempatan sekali lagi dalam memperbaiki semuanya, aku akui ini semua tak akan terjadi jika aku tak melakukan kesalahan, tapi aku menyakini diriku,tak pernah ada sedikitpun terbesit untuk menghadirkan orang baru dihubunganku waktu itu. TAK PERNAH.
Namun sudahlah semua sudah terjadi
Tak apa tak mengapa. Hubungan kita memang tidak bisa untuk dilanjutkan. Aku sadari aku yg terlalu buruk untuk mu, dan kamu yg terlalu baik untukku. 
Aku telah mencoba melewati hari2 untuk bisa menjadi pribadi yg lebih baik lagi. 
Dan kamu harus mengerti, meski aku sudah tidak memiliki mu lagi, meski kita dua insan yg bukan dimabuk asmara lagi. namun kita masih bisa menjalin pertemanan tanpa harus melibatkan masalalu yg pernah terjalin. (Seperti yg kamu minta, aku tidak memutus tali silaturahmi pertemanan kita) 
Aku harus menyadari batasan ku sampai mana dalam perduli terhadapmu dan sekitarmu, aku tak ingin kau menganggap semuanya ini kesempatan bagiku untuk membuat mu kembali kapadaku. TIDAK. Akan aku buat pelajaran hidup tiap detik masalah yg pernah aku alami denganmu. Walau hubungan kita baru saja dimulai dan secepat itu kita sudahi. 

Aku tau kamu mampu melewati ujian ini, percayalah pelangi datang ketika hujan reda. Semua akan indah pada waktunya. Berdoalah agar ibu peri lekas sembuh dan kamu bisa fokus dalam meniti karir dan menemukan jodohmu yg sebenarnya.



Best Regard


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita Masih Berteman

Kala itu adalah malam terakhir aku melihat ibu peri miliknya, dan tak akan pernah menyangka jika itu adalah terakhirku berjabat tangan dan bertatap muka dengan ibu peri.  Mata ibu peri yg menatap ku seperti bertanya-tanya. Ada apa denganmu dan anakku. Genggaman yang kuat itu seakan mengatakan, Jangan tinggalkan anakku sendiri. Seolah mengisyaratkan jika hari ini akan tiba, hari ibu peri melepaskan anak tunggalnya untuk hidup mandiri di dunia ini. Terbanglah ibu peri, kau kini sudah bebas tidak merasakan kesakitan lagi. Biarkan kau bertemu ibu periku disana. Biarkan ibu periku menyambutmu di gerbang kebahagiaan. Bercengkramalah. Titipkan salamku untuk ibu periku disana. Dan lihatlah dari sana bahwa anak anak ibu peri masih bisa berteman di dunia. Dan menjalin silaturahmi dengan baik.  Sampai jumpa di keabadian.  Terimakasih karena aku pernah mengenal ibu peri. 😇

KITA KEMBALI

Kita dua insan yang sama-sama memiliki ke-egois-an masing-masing aku yang selalu memikirkan apakah kapalku akan benar-benar karam apakah semua yang baru dimulai akan berakhir ? tidakkah ada kesempatan bagiku lagi ? Aku yang masih mencoba untuk menerima segalanya dengan ikhlas, aku yang masih mencoba untuk menyibukkan diri agar tidak selalu terbayang akan segala kenangan kita berdua, dan aku yang mencoba untuk melepaskan mu meski hati berkata tidak ingin. Nyatanya. kau datang kembali kepadaku, kau ingin mengulang kembali rajut tali yang hampir putus, kau juga yang membawaku kembali ke dalam perasaan yang menurutku ini adalah sebuah kesempatan untuk aku dan kau memperbaiki nya secara bersama.  Lama... aku ingin berada dalam pelukanmu yang lama, aku ingin menangis atas kesendirianku tanpamu kala itu. aku ingin menjadi orang yang siap menjadi sandaran mu yang kau butuhkan, aku ingin menjadi yang kau prioritaskan, aku ingin kau dan aku mengarungi kapal bersama tanpa tenggelam dan berkat...