Kala itu adalah malam terakhir aku melihat ibu peri miliknya, dan tak akan pernah menyangka jika itu adalah terakhirku berjabat tangan dan bertatap muka dengan ibu peri.
Mata ibu peri yg menatap ku seperti bertanya-tanya. Ada apa denganmu dan anakku. Genggaman yang kuat itu seakan mengatakan, Jangan tinggalkan anakku sendiri. Seolah mengisyaratkan jika hari ini akan tiba, hari ibu peri melepaskan anak tunggalnya untuk hidup mandiri di dunia ini.
Terbanglah ibu peri, kau kini sudah bebas tidak merasakan kesakitan lagi. Biarkan kau bertemu ibu periku disana. Biarkan ibu periku menyambutmu di gerbang kebahagiaan. Bercengkramalah. Titipkan salamku untuk ibu periku disana. Dan lihatlah dari sana bahwa anak anak ibu peri masih bisa berteman di dunia. Dan menjalin silaturahmi dengan baik.
Sampai jumpa di keabadian.
Terimakasih karena aku pernah mengenal ibu peri. 😇
Komentar
Posting Komentar